Mendengar Kata mahek saya kembali memutar kenangan tahun 2011. Saat itu seorang senior menyebutkan bahwa ada sebuah daerah di Lima puluh koto sana yang masih sangat terisolir, bayangkan saja Mobil hanya sekali seminggu saja. Penasaran saya langsung bertanya pada mbah yang jarang bikin kecewa, mbah Google namanya. Benar saja saya mendapatkan informasi yang lebih dari perkiraan saya.
Dari mbah Google saya mendapatkan pengetahuan yang baru tentang mahek khususnya dan Sumbar umumnya. Dari awal saya berpendapat bahwa pariangan lah desa pertama di wilayah sumbar, tapi terbantahkan dengan hadirnya mahek dalam kancah pikiran saya.
Mahek memendam saksi sejarah tentang kampuang tertua di sumbar. Adanya peninggalan menhir adalah saksinya, sebuah situs megalitik dari masa lampau. Dan dari mbah Google saya juga mendapat tambahan ilmu bahwa setiap menhir mengarah kepada gunung sago, sebuah lambang bahwa masyarakat zaman itu menghormati gunung sago sebagai tempat bersemayamnya nenek moyang. Begitu pentingnya gunung sago oleh mereka saat itu.
Membaca satu demi satu artikel, menambah keinginan saya untuk bisa menapaki kaki di tanah tersebut, tapi sampai saat ini bagian dari wilayah Lima puluh koto tersebut hanya menjadi impian yang tercapai, situs megalitik masih ada dalam angan angan yang jauh panggang dari apai. Hehe.
Hope one day....
My hope never die....
My hope never die....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar